loading...

Syair Lima Tahun Anak Asongan

Seorang anak kecil laki-laki
Berdiri di bawah matahari pagi
Matanya silau, kepala tak bertopi
Nanak, di mana kau kini?

Pagi itu, kau masih kelas enam
Mengepit koran di tangan kiri
Melambaikan tangan menangkap rezeki
Nanak, di mana kau kini?

Pagi lagi, kau sudah kelas satu
Kau tangkas berlari di sela kendara
Hidup begitu keras di ujung Jalan Pramuka
Bersaing di bawah terik matahari Jakarta
Nanak, kau kini di mana?

Pagi itu, kau naik kelas dua
Di  bawah pohon kau duduk kecapekan
Dan kulihat kau istirahat baca koran
Tiap lima detik kau hirup debu jalanan
Nanak, kau di mana gerangan?

Pagi lagi, kau cerita kau kelas tiga
Kaki tetap kurus, kecil dan dekil
Terhimpit tiga warna lampu jalanan
Paru-paru muda penuh karbon dioksida
Nanak, kau kini di mana?

Siang itu, kau tak bisa naik ke kelas satu
Tak terbayar, begitu katamu
Kulihat basah kuyup kemejamu
Ini bulan Januari, cuma bukan hujan itu
Tapi cucuran air matamu
Nanak, kini di mana kamu?

1990
"Puisi Taufiq Ismail"
Puisi: Syair Lima Tahun Anak Asongan
Karya: Taufiq Ismail

Post a Comment

loading...
 
Top