Tak Ada Artinya

Gema suaranya kembali lagi membuat dinding bunyi
Dari suaranya
Berdiri melingkar
Di depan bulatan penuh perangkap waktu
Jari-jari yang menggenggam tikus
Dan perangkapnya di belakang membuat makan malam
Seperti bayangan yang meninggalkan bentuknya
Memecah, tertawa, kisah-kisah perang yang
Dimuntahkan kembali dari ketakutannya
Cermin yang menjadi buta ketika melihat
Dinding di dalamnya
Dan selembar rambut di atas koran pagi
Air yang menyeberang di atas jembatan
Melintasi sungai
Melintasi tetesannya
Tanpa prasangka di hadapan daun kering yang
Menyimpan gema dari
Hutannya.
"Afrizal Malna"
Puisi: Tak Ada Artinya
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top