loading...

Tentang Kita

Luka di muka dan sekujur tubuh
akankah berkurang di masa datang
atawa njelma daging dan anggota badan
tak bisa beda dari kaki dan tangan,
merupa aliran darah, nadi dan syaraf otak
yang enggan pisah dari sukma?

Sedang hingga musim terakhir
kita tak jua paham
apa yang bisa dibaca dari lapar dahaga
ramalan cuaca dan bencana
yang selalu bertamu tanpa terduga
kapan datang, kapan kembara.

Padahal semua ada saatnya
burung-burung ke sarang atau mengembara
angin bertiup ke barat atau berbelok ke utara
pohonan menyecap hara atau berhenti bicara
semua ada saatnya,
menjadi tanda, menjelma makna!
(Juga kanak-kanak yang lalu berbenah
usai lelap istirah)

Akan tetapi,
luka di muka dan sekujur tubuh kita
tak pernah mau bicara
sebagai kekalahan yang luruh
atau sekedar alur peluh
juga tak pernah cerita
tentang kelemahan kita
manusia yang fana.
Solo, 2009
"Puisi Sosiawan Leak"
Puisi: Tentang Kita
Karya: Sosiawan Leak

Post a Comment

loading...
 
Top