loading...

Ternyata Aku yang Terdampar Itu

Ternyata aku yang terdampar itu
Lantaran menyerah, tak bisa menjawab
Pertanyaan-pertanyaan yang seakan siap menerkamku
Yang siap memburu dan mengusirku

Aku terengah
Terseok sepanjang emper-emper trotoar
Sepanjang gang, kehidupan berserak bagai kardus
Aku lelah, kantukku semakin berat saja
Semakin tak kuasa kakiku menyeret langkah
Tak kuasa lagi berlama-lama
Ingin segera menghadap-Mu, bermuka-muka
Membeberkan derita, luka demi luka dan putus-asa
Aku ingin segera pergi tidur, rindu.

Tapi Tuhan
Di manakah aku bisa segera menemui-Mu
Sepanjang jalan hanya debu yang mengepul
Deru kendaraan dan lalu lalang orang-orang
Sepanjang gang, rel kereta dan kampung yang padat
Terjepit dalam bis kota, bau keringat
Dan desakan para penumpang kini semakin menidurkanku
S
emakin melenakanku

Ternyata akulah yang terdampar itu!
Dengan borok penuh lalat-lalat
Ternyata akulah yang kalah itu, sebagai Adam
Yang terkucil, tersesat dan terlempar dari sorga-Mu.

1981
"Puisi Acep Zamzam Noor"
Puisi: Ternyata Aku yang Terdampar Itu

Post a Comment

loading...
 
Top