loading...

Toko Bekas Bahasa A dan B

Toko barang bekas A dan B menyimpan banyak bahasa 
bekas A dan B. Mimpi bekas, kesedihan bekas, musim panas 
bekas, semua agak heran tentang bahasa A dan B. Sedikit 
heran perlahan-lahan, mulai berjalan agak dan bertambah 
heran, dan mulai berlari menjadi sangat heran, seperti 
ledakan lain dalam sunyi sebelumnya: kenapa manusia 
menciptakan bahasa antar manusia. Setiap hari mereka 
bicara antar manusia dengan bahasa berbeda-beda. Apa 
saja yang mereka bicarakan antar manusia, dari apa saja 
yang mereka kisahkan antara A dan B. Apa saja yang 
mereka selesaikan dari persoalan apa saja A atau B. Apakah 
persoalan adalah bahasa mereka, dari apakah bahasa 
mereka adalah persoalan. A dan B saling menatap: adakah 
manusia yang tidak pernah menciptakan bahasa? Bisu dari 
persepsi dan pisau-pisau pemotong dokumen bekas.

Kipas angin bekas dalam toko barang bekas A dan B, tidak bisa menggerakkan udara menjadi angin dari pikiran-pikiran. Tidak berdaya memberikan kesejukan ke dalam ruang percakapan. Udara bekas, tubuh bekas, manusia bekas. Membuat bahasa saling bergesekan antara kata tetapi, maka, mungkin, dan apabila. Pertemuan makan malam antara sebab dan akibat. Perpisahan antara ya dan tidak di sebuah lipatan selimut bekas. Kipas angin rusak dan kipas angin bekas. Keduanya tak tahu rusak karena bekas, dari bekas karena rusak. Atau rusak dan bekas karena gesekan debu-debu bahasa.

Bahasa Inggrisku, bahasa yang menyumpal dunia, bertambah fasih mendengar percakapan, terjemahan-terjemahan berlalu. Seperti A bertanya kepada B: "B, apakah kamu baik?" Ketika B mau menjawab A: "A, aku baik," pertanyaan telah berlalu bukan A lagi. Menjadi pertanyaan bekas untuk jawaban yang menyempurnakan masa lalu. B menunggu di depan pintu toko barang bekas. Ia melihat usianya tertinggal dalam sebuah buku tata bahasa bekas. Ratapan kertas-kertas kering antara binatang dan manusia. Bahsa Inggrisku berlari, memburu, memangsa, menyumpal bahasa ibu dengan satelit bekas.

Semua yang bekas telah sempurna. Sempurna dalam tata bahasa yang telah berlalu, yang sedang terjadi, dan yang akan datang yang kelak berlalu. A melihat B memakai pribadi bekas A, yang bekas dilihat B. A dan B kemudian menyalakan kamus elektirik. Agak perlahan, sangat perlahan lagi, dan jatuh.

Bayangan mereka jatuh menghapus toko bekas bahasa A dan B menjadi kenangan.


"Afrizal Malna"
Puisi: Toko Bekas Bahasa A dan B
Karya: Afrizal Malna

Post a Comment

loading...
 
Top