Aku Masih Ingat Kamu

Pohon-pohon menggosok-gosokkan kulit musim dingin
riap pucuk-pucuknya. Rontok kuning-kuning daunnya
bayang-bayang, seram, mengancam.

“Jalan yang panjang,” kata lelah, “ya, apa namanya?”
Dua-puluh satu tahun dihabiskan untuk mencari
Bertanya-tanya - berulang-ulang ditempeleng bosan.

Rumah-rumah menyimpan ramah. Wahai, lengking bayi
dan erang ibunya. Runcing-runcing cucuran hujan
pening berseliweran. Berseliweran.

“Nyanyikan sebuah Samba,” kata arak. Mobil dan motor
meraung di tikungan. Pelacur sakit selangkang batuk
: siapa berjejer di ujung gang?

Pedang panjang! Angin musim dingin menggelisir
“Tuhan!”
- Aku masih ingat kamu. Heran.
1982

CATATAN:
Puisi ini berasal dari Buku Legiun Asing, tidak memiliki judul. Admin yang memberikan judul untuk puisi ini.
"Puisi Beni Setia"
PuisiAku Masih Ingat Kamu
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top