Bisnis

header ads

Puisi: Berapa Kali Kita Kehilangan dalam Menanti (Karya Beni Setia)

Berapa Kali Kita Kehilangan dalam Menanti

Berapa kali kita kehilangan dalam menanti
jam berdetik, angin menghembus
dan debu menyerbu jendela. Tahankah
melihat usia melenggang lewat?

Deretan kenangan makin lama makin panjang
pondok-pondok kecil, taman-taman mungil
penuh kehidupan. Kini, di sini, senantiasa
“Selamat pagi, selamat berhari baru”

O, pondok-pondok kecil, taman-taman mungil
sebagian jiwa kita, terjangkar
di kini. Kekal
di sini.
1982

CATATAN:
Puisi ini berasal dari Buku Legiun Asing, tidak memiliki judul. Admin yang memberikan judul untuk puisi ini.
"Puisi Beni Setia"
PuisiBerapa Kali Kita Kehilangan dalam Menanti
Karya: Beni Setia

Posting Komentar

0 Komentar