Bisnis

header ads

Puisi: Bukit Kapur (Karya Deni Puja Pranata)

Bukit Kapur

(1)
Batu-batu putih serupa selimut doa
Bukit yang memanggul rindu dari
setiap peziarah yang menapakinya
di puncak paling tingggi, menunduklah
ke pucuk paling bawah, angin yang setia
Hamparan tanah menjelma malaikat putih
Dendangkanlah ul daul dari ponselmu
burung-burung riuh bernyanyi salsa
hati yang hitam akan lekas memutih
ayo, berjingkrak, begulung-gulung kita
di tanah yang putih, sebab, esok hanya
ada tanah yang sudah bosan kita pandang
(2)
Laut Kamal, lorong panjang Suramadu
Dan tidak ada yang boleh bersedih hari ini
Sebab, bukit kapur adalah obat paling sedih
Nyanyikan Tuhan dengan doa-doamu
Usapkan air mata kita dengan berguling-guling
di tanah. Kesedihan akan menjadi putih
Di Bukit kapur kita akan tau, bagaimana salju
menjadi batu dan di tanah putih, warna menjadi
bendera
(3)
Jangan cemas, di Bukit kapur tak ada hantu
Atau Nyi Roro penguasa laut Kidul, dan di sana
kau boleh bertelanjang sesukamu. Segeralah mangkat.

Bangkalan, 2018
"Deni Puja Pranata"
Puisi: Bukit Kapur
Karya: Deni Puja Pranata

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Posting Komentar

0 Komentar