Bisnis

header ads

Puisi: Dialog Senja (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Dialog Senja

Tuhan menegurku ketika daun-daun
gugur di depan pintu. Bunga pun layu
runtuh di tamanmu dan kau termangu
sambil meremas jemariku yang gemetar
dalam rasa paling beku.

Dapatkah kini kau tertawa seperti biasa
sambil kau kibarkan rambutmu di udara
bagai lembang kemenangan dan cinta?
- Syukurilah anugerah dalam tiap helaan
nafas kita, hari-hari yang berlalu penuh makna
setelah hidup dan menghidupi semesta, katamu
sambil menyibak tirai jendela
hingga hari makin cepat senja.

Tuhan pun menegurku ketika
lembar-lembar usia berjatuhan
di buku harian. Tenanglah
tanganku yang dingin dan renta
akan meraihmu ke balik cahaya.

1991
"Ahmadun Yosi Herfanda"
PuisiDialog Senja
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Posting Komentar

0 Komentar