loading...

Hati yang Bersalah

Hening kembali berteriak damai,
dan aku berkilah padamu.
Maka maafkan,
karena aku harus berpura
tidak mencintai.

Fatwa yang telah berbentuk,
pada hatimu yang tidak terketuk.
Maka relakan,
Karena masih aku terpaksa
merindui.

Raja bimbang dari pikiranku
tujuan yang tidak akan mampu memeluk niat.
Rantai-rantai yang tidak pernah merantai
hanya itu yang membuatku merasa sangat terkurung.

Lalu aku engkau korbankan,
demi hatimu tetap mengenang.
Lalu aku mengorbankan,
demi jiwamu tetap menjiwai.

Karena hatiku yang bersalah,
aku terhukum.
Karena niatku yang deras,
aku terluka.

Berlari 
menghindari
merangkak menjauh,
tapi engkau malah di sini,
di hati.


28 Juni 2016
"Puisi: Hati yang bersalah"
Puisi: Hati yang Bersalah
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top