Hati yang bersalah

Hening kembali berteriak damai,
dan aku berkilah padamu.
Maka maafkan,
karena aku harus berpura
tidak mencintai.

Fatwa yang telah berbentuk,
pada hatimu yang tidak terketuk.
Maka relakan,
Karena masih aku terpaksa
merindui.

Raja bimbang dari pikiranku,
tujuan yang tidak akan mampu memeluk niat.
Rantai-rantai yang tidak pernah merantai,
hanya itu yang membuatku merasa sangat terkurung.

Lalu aku engkau korbankan,
demi hatimu tetap mengenang.
Lalu aku mengorbankan,
demi jiwamu tetap menjiwai.

Karena hatiku yang bersalah,
aku terhukum.
Karena niatku yang deras,
aku terluka.

Aku kira kisahmu telah berlalu,
aku sangka
cintaku bukan lagi tentangmu.
Dan sekarang engkau kembali,
membuktikan
aku salah mengira.

Berlari

menghindari
merangkak menjauh,
tapi engkau malah di sini,
di hati.

28 Juni 2016
"Puisi: Hati yang bersalah"
Puisi: Hati yang bersalah
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top