Ibu
(di Sebuah Kerinduan)

Kalimat-kalimat panjang beterbangan,
berbisa kesombongan,
berbau kehancuran.

Aku serakahkan kali ini,
untuk didengar,
untuk dipertimbangkan dengan baik.

Segala yang meriak,
segala yang meneriak
diam-diam.

Dinginnya angin malam,
pedasnya kilau kota.
Mereka berbisik padaku ...

Mereka berbisik padaku,
dengan suara yang hampir
tidak aku mengerti

: Kita bisa berlari,
kita bisa sembunyi.
Tapi kita tidak selalu bisa dicintai,
dan kita tidak selalu bisa mencintai.

Terkadang kita merasa lelah,
kita merasa kehabisan tempat.
Tapi saat kita menyerah,
siapa yang akan memeluk badai kita?

Siapa yang menenangkan api
yang membakar jiwa kita?
- Dan saat kita kalah -
Siapa yang akan mengeringkan air mata kita?
Siapa yang akan tetap bersama kita?

Namamu,
mereka berbisik padaku
Namamu.

16 Maret 2018
"Puisi: Ibu"
Puisi: Ibu
Oleh: Arief Munandar

Post a Comment

loading...
 
Top