loading...

Menjelang Petang

Kadang-kadang jalan berliku di lembah mengapungkan
suara cerecah ban, deru mesin, bunyi tuter, serta telau
sunyi. Lalu burung-burung yang dibimbing insting bikin
sarang dengan saling memanggil dari pohon yang beda.
Tanda penghujan mau menulis pangkal kemarau, seiring
biji rumput terakhir kian matang dan bersiap-siap akan
meloncat bersama kesiur angin. menyelinap. Menunggu
hujan terakhir - atau eksekusi ayam dan burung-burung
liar. Pas saat matahari memindahkan bayangan rerimbun
sawo, di antara derak langkah resah domba dari kandang,
pas sebelum bunyi semburan air dari selongsong jantani
dua bocah yang terus mengunyah umbut rumput. Di situ,
gunung biru teduh itu, berkata, "kami mengajari magma
untuk menahan amarah, berzikir memekatkan sabar, dan
tawakal menunggu isyarat ..."
Indonesia berhati-hatilah!


"Puisi Beni Setia"
Puisi: Menjelang Petang
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top