loading...

Namamu Bukan di Sungai dan di Tanah

Telah kutenggelamkan namamu di deras sungai
bersama sepi dari sepotong sisa amis kenangan
biar arus jeram menyeret namamu ke hulu-hulu
tanpa tepian. Dari segala waktu yang ada, debur
arus sungai membentur batu-batu ribuan tahun
yang mengendap dan dimuntahkanlah namamu
ke cerobong ingatan. Namamu tak diterima sungai

Lalu aku bakar namamu bersama reranting sayup
yang berserak di halaman. Abunya aku tabur diatas
tanah basah dekat pepohonan pisang, januari, beberapa
hari kemudian, pohon pisang tumbuh, dan lembaran-
lembaran daunnya ada ejaan bertuliskan namamu

Tanah dan sungai adalah saksi dimana jalan namamu
bukan di sungai atau di tanah, namamu untuk aku telan
dengan gerobak puisi untuk menjadi abadi, lalu kurajam
namamu dengan bongkahan besi yang menimbun namamu
dalam hati. Namamu bukan di sungai dan di tanah tanah.

Madura, 2014
"Deni Puja Pranata"
Puisi: Namamu Bukan di Sungai dan di Tanah
Karya: Deni Puja Pranata

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top