loading...

Pada Bulan Sabit Tubuhmu

Di puncak ombak bulan sabit tubuhmu
mengambang di danau malam. Aku termangu
bagai penyair hariku, gemetar
melukis erang cintamu. Maka kutulis sajak-sajak
kasmaran di hamparan geraian rambutmu.
Sejak pertama kita bertemu, saat tendangan
cerlang matamu melumpuhkan sekujur nadiku
akulah pemburu buruanmu. Pancing yang tertangkap ikan
di dasar lautan. Kaulah tiram
yang mengubah air mata menjadi mutiara.

Di puncak rindu bulan sabit tubuhmu
berdemonstrasi di sekujur nadiku,
meneriakkan yel-yel percumbuan.
Bagai tiran atau pemilik pabrik yang gugup
aku berlari dari hotel ke hotel untuk bisa lelap
tapi setiap ranjang menjelma handphone
yang berdering-dering memanggili namamu.

Di puncak malam bulan sabit tubuhmu
berlayar di angkasa raya. Bintang-bintang
menulis puisi di selembar jiwaku
hingga meriap sajak-sajak yang tak bisa dituliskan
tak bisa dibacakan. Hanya halus dengkurmu
yang mampu mendaraskan sajak-sajak itu
dalam kekudusan yang sempurna.


"Agus R. Sarjono"
Puisi: Pada Bulan Sabit Tubuhmu
Karya: Agus R. Sarjono

Post a Comment

loading...
 
Top