Perbincangan dalam Kamar

Kau sembunyikan lagi malaikat maut
di balik lipatan kitab langit yang sobekannya
Engkau titipkan di kamarku, pada bab batu nasib
biarkan dia beristirahat dulu menunggu kesiapan jiwa
setelah tubuh menyerah pada kerentaannya sendiri
tak tahu aku bakal menyerah pada stroke atau glukosa
kanker paru atau mag yang menggerogoti lambung tua
mungkin juga pada detak jantung yang mulai
terengah-engah memikul berat badan dan beban usia.

Biar sajalah, pola hidup telanjur
tak sesuai daur semesta
“Jaga makanmu. Jaga jam tidurmu!
langkahkan kaki tiap pagi
mendaki jalan setapak itu!” katamu.
Ah, enak saja kau bernasihat begitu
pengembaraan mimpi
lebih nikmat bagi renta tubuhku.

Biarlah kurehatkan dulu malaikat maut
sebab kutahu dia takkan bosan menunggu
mungkin juga kau yang selalu
memelihara rasa Rindu.

Pamulang
Januari, 2015
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Perbincangan dalam Kamar

Post a Comment

loading...
 
Top