loading...

Percakapan Angin

Jangan bersurat-suratan dengan sunyi! Hardik
pamflet sambil bercakap pinggang. Tidakkah
kau dengar riuh sejarah, pesawat tempur dan ledakan
bom yang membikin nasi bungkus dan harapan
jadi asin.

Jangan bercinta dengan rembulan! Hardik
pamflet sambil menuding kota-kota dalam peta
amis darah dan gelepar darah.

Jangan... Namun tak sempat lagi
pamflet itu mencegah sebait puisi memekikan
revolusi. Ia pun bersiap menghitung
tetes air matanya 
sendiri.

1991
"Agus R. Sarjono"
Puisi: Percakapan Angin
Karya: Agus R. Sarjono

Post a Comment

loading...
 
Top