loading...

Perjalanan Burung

Ketika burung itu akhirnya
mati juga di sangkarnya
apa yang mesti kukatakan padamu
(seseorang telah menembaknya
ketika senja tiba)

Aku tak bisa lagi berbohong padamu
dengan niat menghibur sekalipun
kita saatnya berkata sejujurnya
burung-burung tak bisa lagi merdeka
bernyanyi dan tertawa di antara kita.

Ketika burung itu akhirnya
tertembak juga oleh pemburunya
tinggal sekarang diri kita
menunggu peluru sang nasib
merenggut jiwa yang luka.

1991
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Perjalanan Burung
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Post a Comment

loading...
 
Top