Reklame Bisu

Dendamnya ia pajang di himpitan kota
ditumpahkanlah segelas amarah
dari susu kedelai yang ia minum
sehabis mengerjakan tugas fisika
dering handphone di telinganya meledak
saat dibacanya daun saledri dari sawah

Kami tak ingin mengatakan, jika ini Durjana
walau badai api di jantung sudah menyala
Petani-petani masih memendam amarah

Telenovela nyanyian pecundang

ia tembus matahari dan merobeknya di
langit ke tujuh. Malaikat-Malaikat diam
tertunduk!

2017-2018
"Deni Puja Pranata"
Puisi: Reklame Bisu
Karya: Deni Puja Pranata

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top