loading...

Resonansi Buah Apel

Buah apel yang kubelah dengan pisau sajak
tengadah di atas meja. Dan, dengan kerlingnya
mata pisau sajakku berkata, "Lihatlah, ada puluhan
ekor ulat besar yang tidur dalam dagingnya!"
memandang buah apel itu aku seperti
memandang tanah airku. Daging putihnya
adalah kemakmuran yang lezat dan melimpah
sedang ulat-ulatnya adalah para pejabat
yang malas dan korup.

Tahu makna tatapanku pisau itu pun berkata,
"Kau lihat seekor ulat yang paling gemuk
di antara mereka? Dialah presidennya!"

Buah apel dan ulat
ibarat negara dan koruptornya
ketika buah apel membusuk
ulat-ulat justru gemuk di dalamnya.


Jakarta
1999/2003
"Ahmadun Yosi Herfanda"
PuisiResonansi Buah Apel
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Post a Comment

loading...
 
Top