loading...

Rintihan

Sepanjang malam angin memainkan rintik - dan tepias yang menjangkau pintu itu mempertebal dingin. Sunyi malam yang menegaskan desah air parit sementara detak jam dan lampu ngungun mengubah ruang duduk jadi sel interogasi dengan setangkup telepon menunggu pengakuan (mungkin juga kutukan: bertahun tidak bertemu) menjelang pagi angin dan gerimis habis di pekarangan: tersisa daun-daun luruh dan endapan lumpur yang jenuh diusung hujan - batas rindu dari yang coba bangkit dari kubur.

"Puisi Beni Setia"
PuisiRintihan
Karya: Beni Setia

Post a Comment

loading...
 
Top