Bisnis

header ads

Puisi: Sajak Kartun (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Sajak Kartun

Di hadapan Tuhan aku lebih sering
merasa sebagai sosok kartun daripada
sebagai manusia. Aku lebih merasa
sebagai gambar tanpa jiwa, karena
jiwaku sepenuhnya di Tangan Tuhan.

Bagai dalam film kartun
tubuhku diberi peran lucu
atau tragis dan konyol
lalu bagai anak wayang digerak-gerakkan
untuk membuat orang-orang
merasa asyik dan tertawa.

Dalam kehidupan
aku lebih merasa
segala watak dan keinginanku
kata-kata dan aspek terjangku
sepenuhnya tergantung
kehendak Sang Maha Sutradara.

Sebagai anak kartun
aku memang sering rewel
dan suka menawar
tapi dalam genggaman-Nya
jiwaku sepenuhnya pasrah
pada kehendak Sang Sutradara
yang kuyakini Kehamapandaian-Nya
dalam menggerakkan tubuhku
hingga tampak luwes
dan mengasyikkan.

1991
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Sajak Kartun
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Posting Komentar

0 Komentar