loading...

Tahajud Sunyi

Kuketuk pintumu. Biarkan jemari kasihku
mengusap gerai rambutmu. Kau pun membuka
tabir jiwaku, hingga hatiku bisa leluasa
mengeja alif-ba-ta cintamu
(kata-kata mesra pun bermekaran
lewat pintu jiwa kupetik bagai bunga
hadiah untuk kekasihku kelak di sorga)

Malam ini aku pasrah dalam renta
entah esok atau lusa
jika kealpaanku tak lagi kausapa
tenggelamkan diriku yang sarat luka
ke lautan cintamu yang tak terukur dalamnya
- kan kubasuh segenap nikmat kesesatan!

1980
"Ahmadun Yosi Herfanda"
PuisiTahajud Sunyi
Karya: Ahmadun Yosi Herfanda

Post a Comment

loading...
 
Top