loading...

Terdengar Panggilan itu Lagi

Terdengar panggilan itu lagi. Dari arah rahasia
yang tak dapat diraba oleh pelacak apa saja
mushala di seberang sedang mati listriknya
dan televisi di ruang tamu sudah kumatikan
sebelum senja.

Terdengar suara itu lagi, ya, suara itu lagi
seperti dari balik daun telinga atau dari dalam
bilik jiwa. Ah, tidak juga. Mungkin dari dalam
tiap gelembung oksigen yang mengalir
bersama udara, yang menyentuh bulu-bulu lembut
di sekeliling gendang telinga.

Terdengar panggilan itu lagi. Ya, panggilan itu lagi
bersama atom-atom udara yang menyusup dada
dan mengadzaniku dari bilik jantung tua.
Terdengar suara itu lagi, memenuhi kamar
dan menggetarkan tubuh renta.

Terdengar suara itu lagi. Serasa suara Rindu
nafas zuhudku yang makin dekat pada-Mu.
Ayo, menghadap padaku sekarang juga
akan kupeluk Engkau
dengan segenap Cinta!

Pamulang
Maret, 2015
"Ahmadun Yosi Herfanda"
Puisi: Terdengar Panggilan itu Lagi

Post a Comment

loading...
 
Top