The Rock of Sadness

Aku pun bagai kibaran bendera dari negeri-negeri
yang gugup untuk merdeka. Perempuanku, dengan nanar
kupandangi wajahmu, keabadian yang terkoyak
oleh lenganku yang lancung. Gemetar nadiku
menghitung tahun-tahun bersamamu. Hari-hari bunga
hari-hari air mata, hari-hari kesenduan dan gelak tawa
yang memutihkan rambut kita berdua. Betapa aku tahu
tak ada rumah rindu selain ringkih tubuhmu. Tak ada
tempat pulang selain lapang senyummu.
Dari gelisah hutan dan debu jalanan; bising klakson
metropolitan dan pasar-pasar, keringatku menjelma
asap yang mengotori udara dari pengembaraanku
yang gamang karena saat senyummu menjadi air mata
aku tahu pintu dan jendela menujumu telah tiada.
Aku pun mengerti, jika saat itu tiba, meski kugali-gali peta
dalam diri, kucari-cari pintu dalam kalbu, sesungguhnya
tak bakal kutemui lagi namaku di semua alamat semesta.

"Agus R. Sarjono"
Puisi: The Rock of Sadness
Karya: Agus R. Sarjono

Post a Comment

loading...
 
Top