loading...

Kabut
(Sepanjang Jalan Menuju Kali Gua)

Aroma fajar
Pudar, melebur bersama
Dingin embun yang
Paling. Kau tabuh genderang rindu yang membuncang!
Kepada siapa alamat kau bersurat sebenarnya?

Adakah aku yang kau tuju?
Padahal aku belum kau kenal betul.

Dalam kaca yang buram tersebab embun
Yang rindang, ku temukan
Namamu tertulis dalam sekaanku
Diatas daun talas yang
Menampung puisi-puisi pagi.

Aroma fajar
Hilang, ke entah mana.
Dingin kembali bersapa
Riang dengan celotehan-celotehan
 Beburung pagi yang
Mengatasnama Cinta.

Dan, Aku menemukan rindu
Dalam kabut yang selimut.


Paguyangan
Mei, 2011
"Dimas Indiana Senja"
PuisiKabut
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top