Lautan Kalam

Rembulan memerah tangispun memecah
Seumpama sekeping luka memancarkan duka
Tampak tangan-tangan bertengadah di atas tanah
Memanggil tanpa kata, bersuara dalam airmata.

(Sementara aku merangkai kembali puing-puing rumah
Yang telah ambruk dikikis gerimis
Dengan setumpuk doa yang tersisa di dada)

Hujan ini mungkin luapan rindu yang berapi-api
Hingga airmata terlumatkan gemuruhnya, dan
Angin tak juga memberiku kabar
Ke alamat mana kau kan berpulang?

Atau barangkali telah kau temukan surga yang
Serpihan cahayanya berjatuhan dari tangisan doa,
Lalu kau melukiskan sampan di atas awan kelam
; untuk berlayar dalam
Kalam Tuhan.

Surau Cinta
31 Mei 2011
"Dimas Indiana Senja"
Puisi: Lautan Kalam
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top