loading...

Menanam Pasrah

Barangkali aku tak bisa bergerak ke mana
untuk sekedar mendekat atau minum seadanya
bagiku itu bukanlah takdir yang pahit
kala tanah meretak dan resapan semakin sulit.

Kerap kali riang kala gerimis menyambang
menempel pada celah dan berkenan menggenang.

Berawal dari benih yang jatuh dari paruh
di pelataran merah bercampur kerikil, pasir,
dan batu-batu tambang
di depan goa putih kokoh yang berdiam, kala
langit menghitam dan badai meminta persembahan.

Daun, cabang, tumbang, lumpuh, dan hilang
tercabut dari tanah
hingga mengering ataupun musnah
kepasrahan yang tak kunjung hilang
saat pandangan mata luntur dan berbayang
tak henti napas bersyukur, atas lahir dan berkah umur.

Magetan, 14 April 2014
"Puisi Kinanthi Anggraini"
Puisi: Menanam Pasrah
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top