loading...

Pancanaka

Nun, di sebuah halaman dari kitab usang, ada kisah luka
 seorang bernama Sena. Menjadi lelana men
cari pusaka bernama air penghidupan. Ia menyeru
pakan diri sebagai abdi. Sebuah kesalikan yang semestinya
 kita pelajari.

Seusai mengarungi samudra yang wingit, ia menjadimmoksa
, bertapa pada semesta, melawan raksasa dan
 naga yang bersarang di kepalanya, dengan kepalan
, menunjamkan pancanaka, dan lautan berubah
 warna, seperti raut selaksa makhluk kian bahagia
, sebab segala nafsu tak lagi berkelindan menggoda
.

Atas nama ketakdiman kepada guru, ia beroleh ridho
 dari segala penjuru. menemukan rumah abadi untuk
 berpulang, menyudahi dada yang kerontang, dengan
 air yang mengalir dari hilir kesunyian, dan laku
 prihatin seorang pangeran. berolehlah kasuny
atan dari Hyang Suksma Kawekas, diijinkan berganti diri
 menjadi batara yang hatinya penuh
welas.


Pustaka Senja, 2015
"Dimas Indiana Senja"
Puisi: Pancanaka
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top