Sahur

Malam telah sempurna, bahkan akan meninggalkan kita
Sisa sinar rembulan masih tergelar di atap rumah kita,
Kau menyebutnya embun,
Orang-orang kini telah bersiap memulai hari dengan selaksa doa
Agar perjalanan tak ada aral menghadang.
Yah, kita juga seorang pejalan, maka bersiaplah dengan bekal
Yang cukup! katamu.
Adakah bekal yang lebih sejuk dari embun? Tanyaku.
Tapi kau tak juga menjawabnya, kau hanya melipat sajadah
Sisa tahajjud kita,
Lalu kau meletakkan itu di pundakku, sambil berkata:
“dengan nama Kekasih, tak ada perjalanan yang lebih indah
Selain diawali meneguk semangkuk doa, yang paling doa, yang paling puisi.”
Lalu, kita menikmati embun yang bersisa di daun-daun yang berjatuhan
Di depan rumah kita itu,
Sambil melepas sisa rembulan yang sebentar lagi pupus sempurna.

2012
"Dimas Indiana Senja"
Puisi: Sahur
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top