Suamiku Tragedi Mei

Berhamburan ringan bagai kapas putih lugu
kesana kemari bermain boneka berbaju ungu
berlari dan berteriak kau datang memelukku
memanggil "ibu" dan menangis di pangkuanku.

Sinar matamu menghidupkan mayat berpembuluh
di parasmu tampak ukiran-ukiran bibit lelaki ke-sepuluh
yang membuatku kembali merasakan guguran peluh
hingga aku tak sanggup berdiri dan hanya bersimpuh
tak kuasa menolak dan berbuat banyak, aku lumpuh!
Sementara saat membedaki lehermu sore ini
seolah tanganku bergerak mencekik sendiri
saat menyisiri rambutmu yang wangi
serasa ingin kujambak dan segera kupangkasi.

Dia anakku dari aku yang tak bersuami
penghulu yang menikahkanku hanya dalam mimpi
buah kegagahan Mei yang sebenarnya mengawini
Aryati, gadis penurut yang tak pernah mengerti.

Aku menyayangimu, walau pernah kupukul keras perutku sendiri
Aku mencintaimu, walau pernah membuatnya tak sadarkan diri.

Akupun rela mati
dan peristiwa sudut lorong itu akan kusimpan sendiri
telur buas di otakku ini
perlahan kuyasini, sembari menunggu diriku mati.

Magetan, 6 April 2013
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiSuamiku Tragedi Mei
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top