Bisnis

header ads

Puisi: Surat untuk Ibu

Surat untuk Ibu

Menyibak nasib menunggu fakta
tentang ia yang melangkah demi cita
meninggalkan sosok yang paling ia cinta
menimba takdir menghampiri air mata.

Dan jujur,
terkadang ia sangat ingin kembali
terkadang ia sangat butuh nasihatmu
terkadang ia sangat ingin bersamamu.

Tersesat ia dalam harga sebuah pantas
seharusnya ia menanyaimu
seharusnya ia lebih sering bersamamu
seharusnya ia lebih sering bicara dengammu

: tentang mimpi sindiran buram,
tentang hidup yang hampir menelannya hidup-hidup.

Dan jujur,
terkadang ia membenci segalanya
terkadang ia menyesali segalanya
terkadang ia ingin mengubah segalanya.

Terlalu jauh ia melangkah
hingga yang tersisa hanyalah jalan untuk ia pulang.
Terlalu lama ia berjalan
hingga ia lupa dari mana ia telah memulainya.

Anakmu, ia diombang-ambing nasib
yang sangat tidak jelas,
mungkin sebentar lagi
ia menyerah.

Dan jujur,
terkadang ia menangis
terkadang ia butuh pelukanmu
terkadang ia sangat merindukanmu.

24 Desember 2017
Puisi: Surat untuk Ibu
Puisi: Surat untuk Ibu
Oleh: Arief Munandar

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Posting Komentar

0 Komentar