loading...

Terbang

Mata berpandang sayup kecoklatan
menyatukan jarak menjadi kenyataan
sembari merebahkan kepala yang larut
oleh angan-angan yang tak kunjung surut

kakiku tertekuk setengah dada
dengan bulu putih yang siap berkelana
menahan nafas yang tumbuh di udara
menanti tumbuh sayap di punggung usia

dengan begitu musnahlah segala keriuhan
di lalu lintas, perempatan dan trotoar pejalan
tol, pertigaan dan jalan aspal penuh perbaikan
bersih dari kendaraan besi, dan joki tree in one

saat kaki tak harus dimiliki
sebagai pijakan sepatu bermerk atau gelang kaki

inilah saatnya ras bangsa-bangsaku mengudara
kala meminum daun bercampur seribu mantra
saat itulah  tak lagi kutekuk badan
di sudut tembok, tanpa penerangan.

Jepara, 27 Mei 2014
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiTerbang
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top