Arus

Kau mengarus dari hulu hati
seperti sungai pertama di bumi.
Aku perenang buta di tepianmu
membentur batu majal kasihmu.

Wajahmu terjatuh ke wajahku
seperti riam menghidupi batu.
Dan putih riam seperti sisa bara
mencari sekam sayang ke laut raya.

Lubukku adalah cermin pertama -
di mana wajahmu menggapai luka
di mana belati mencari tajamnya
di mana sungai melepas putihnya.

Kau menjauh dari hulu hati
seperti sungai terakhir di bumi.
Aku rajin menuntunmu ke laut raya
padahal kau lesap di padang sabana.

"Puisi Nirwan Dewanto"
PuisiArus
Karya: Nirwan Dewanto

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top