Benda-benda yang Kutinggal di Kamarmu
(: Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Parfum
Aroma manis yang tak kunjung berlalu
saat butiran bening jatuh selayak salju
terperangkap erat di setiap sudut baju
pembeli ingatan saat bertandang sendu
vaksin penawar cemburu saat bertamu
ramuan untuk sedikit mengobati rasa rindu.

Sepatu
apakah mungkin jika tujuan tak searah
kala menapak air, debu, dan lapangnya tanah
berlindung dan berteduh di mana pun singgah
inilah yang menemani setiap harapan melangkah
menjajar setiap talapan yang tak pernah menyerah
dan adalah benar, sungguh kami tak pernah terpisah.

Pengikat Rambut
selingkar hitam jatuh di bawah mejamu
pengikat helai yang lama kucari kala itu
mengemasi gerai yang kujaga dari pandanganmu
sebelum tertutup hijab oleh jari-jari penitiku
sementara kuikat erat terlebih dahulu
sahabat kasat, yang paling menjagaku.

Mukena
Berbatas tegas setiap tepian parasku
makmum dari imam, depan kiblat waktu
saksi di mana meneteskan amarah, pedih, dan pilu
berpanjat di setiap doa dan ampunan yang syahdu
kami menyambung ingatan sebanyak lima waktu
lewat air wudu yang menetes saat bersamamu

Sketsa
Mencintaimu setulus-tulusnya, tuan sketsa
pemuda mata elang yang kuukir di tiap jengkal pena
gurat wajah yang terarsir hanya beberapa jam saja
ingatan yang kugubah di kertas putih yang kupunya
sembari menunggu kedip mata yang kucipta
tetap setia, sampai fajar lupa membangunkan kita.

Desember 2013
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiBenda-benda yang Kutinggal di Kamarmu
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top