Bunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia

Lingkar cahaya yang dibasuh sungai euphrates
berpendar derita di atas semarak pujian himne lagu
kidungku bersembunyi di getar nada penggoyah desah bayi
anak malam yang telah nyenyak dalam hunian makam
seperti menyatukan debur ombak dan burung malam
sembari meremas jantung yang peka dan mata yang utuh
menjaga bagian-bagiannya yang telah meruntuh.

Berdiam diantara bilik paru, meminum darah sendiri
pada pusara debu yang beralih emas. penghargaan abadi
serupa pohon yang tumbuh pada dahan, berdusta makna
menista rahasia pinggul berwajah memikat. menjelajahi
kata di sekujur rahana perawan berwarna pekat. tertikam belati
cinta di sepanjang syair wangi
telah dikafani oleh kematian dengan kerlap-kerlip patung berapi
berderai sudah keabadian busuk berbisik pada anak pelangi
pada rintih cabang pohon
dengan hati mengkerut yang melahirkan kematian
dan hidup seperti mayat-mayat.

Tertimbun di tujuh lembaran retak tanah liat
besanding ingatan dalam kelopak yang tersisa,
untuk tumbal marduk yang mulia semesta raya
digantung oleh kasarnya tali nebuchadnezzar
daun-daun merelakan matahari mengeringkan kulitnya

Di kolam manis dan hati yang lapar, bunga Laurel
menggulung ke surga dalam lamunan taman sutra.

Magetan
2 Mei 2014
"Puisi Kinanthi Anggraini"
PuisiBunga-Bunga Bunuh Diri di Babylonia
Karya: Kinanthi Anggraini

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top