loading...

Dari Balik Jendela

Diam-diam kutelusuri kisahmu dari balik jendela waktu
kutemukan engkau dalam keheningan sepertiga malam
mengajukan doa meminta embun dalam lingkar api dunia
untukku, yang tengah pulas menjilati sisa susu di tepi bibir
sesekali kau nampak gusar bertasbih, memutar-purat jemari
menerka-terka bentang jalan terjal yang menghadang pagiku
kala itu, engkau tak nyenyak tidur menjagaku dari raung malam.

Kini, pada kerut wajahmu ada tangisan, ada kenakalan
ada kepergianku, ada kesendirianmu dan engkau berdoa
kembali dalam hening sepertiga malam, meminta Tuhan
membawa langkahku pulang, membingkai harimu.

Ibu, aku tahu engkau tengah menanti seteguk senja bersamaku
tapi aku sudah menjadi angin dingin dalam segelas teh pahit
kau teguk sembari memejamkan mata mencari jiwaku.

Ingatan usangmu berlarian di antara jejak langkah
segerombol setan yang mengusungku dalam keranda
menuju pekuburan manusia.

Sudah sangat jauh dan dalam
liang-liang itu telah berhasil menyembunyikanku, ibu....

Cilegon, Banten
21 Desember 2011
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiDari Balik Jendela
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top