Di Batas Kesanggupan

Aku tak tahu, apakah ini disebut penantian. Detik-detik begitu nyeri, lembaran napas seperti robekan kertas yang diremas-remas dan inikah ruang tunggu? Amat ramai tapi sepi mengigau sendiri.

Aku tak tahu, inikah kesabaran. Jantung kehilangan debar, suara-suara datang hampa kabar, yang terkapar di atas tembikar menyuir tubuhnya sendiri: itukah aku? Tengadah pada pusat gelap malam. Yang mengalir itu darah, airmata tak punya warna merah.

Aku tak tahu tak tahu bagaimana menjawab semua tanya yang kuajukan sendiri. Inikah penantian, ini ruang tunggu, inikah perih, inikah, kasih... ! Selepas pergi bukankah mestinya kembali?

Cilegon, Banten
15 Mei 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiDi Batas Kesanggupan
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top