loading...

Di Bukit Pengalengan

Bara merah senja mencabik dingin
serakah metahap daun-daun teh
yang terhampar di bukit-bukit
berbatas pohon pinus dan jalan setapak
tiada yang lebih indah selain
pertemuan petang dan malam
ketika gigil dingin menghembus
membelai pipi-pipi kemerahan bocah gunung
di sini harta tidak lagi punya arti
karena setitik hujanpun tak mampu kubeli
bahkan bisik lembut bukit-bukit
tak mampu kujawab

1992
"Puisi Medy Loekito"
PuisiDi Bukit Pengalengan
Karya: Medy Loekito

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top