Bisnis

header ads

Puisi: Di Kedalaman Mimpi Manusia

Di Kedalaman Mimpi Manusia

Manusia manusiawi, kemanusiaan dalam teori
Antara genangan sampah dan kumuh rumah-rumah
Di kota-kota sejarah luhur leluhur terserak, jadi alas kaki
Deru pabrik baja, kepul asap kimia dan ramai kendaraan
Tukar frekuensi, jiwa-jiwa terpendam bersama nurani
Dalam-dalam, di kedalaman yang entah.

Kita jadi pribadi-pribadi yang mempribadi
Karena kebersamaan hanya membuang-buang waktu
Sedangkan nasib kian asing dalam putaran jarum jam
Adakah kita yang memilih menghamba-sahayakan diri
Pada harta dan tahta dapat meneguk segelas ketenangan?
Sedangkan setiap detik yang ada hanya resah dan rasa takut.

Langkah-langkah siapakah yang kencang berlari,
tergopoh menekan denyut nadi, tertatih pada penggalan hari
kita tak lagi peduli pada sesiapa, karena soal-soal sejarah manusia
dipenuhi dengan peperangan, tentang kemenangan dan kekalahan
kita tak lagi peduli pada nyawa-nyawa yang dipertaruhkan
sebab kita pun tengah gamang mempertaruhkan nyawa.

Lihatlah…
Sejauh kau sanggup menjujurkan pandangan
Menjadi saksi diri sendiri, adakah manusia-manusia di sana?
Di antara hewan buas dan juga melata itu, atau berkacalah
Adakah wujud manusia yang kau temukan!

Tidakkah rindu senyuman pada pintalan mimpi kecil
sebelum tumbuh besar, jadi tamak dan arogan
Saling papah menghadapi dahaga dan lapar
juga nasib kita. Sebagai manusia saja.

Akhirnya kita lebih memilih tidak tahu apa-apa
Senandung pipit di bibir jendela,
celoteh anak-anak di beranda
Dan keinginan kita
Untuk menyusupi ketenangan
Tak lagi penting untuk diperhatikan.

Di gerbang pagi-pagi sekali
jiwa-jiwa terpendam bersama nurani
Dalam-dalam, di kedalaman mimpi manusia.

Cilegon, Banten
26 Februari 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiDi Kedalaman Mimpi Manusia
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar