loading...

Di Mata Nenek

Kudekap boneka kusam
kupandang teduh nenekku
dan kudengar dongengnya tentang surga
di  kelambu itu kusimpan segala lagu
serupa ingatan-ingatan penuh pertikaian
di rumah;
wajah ibu dan lori-lori tua di pabrik gula
kadang pula kekosongan di tangan ayah
aku menangis keras di sudut ladang
dan kadang mengerang
aku tak pernah tahu
seperti apa rasa gula, Tuhan
apa kau tega mencuri sisa kenangan
yang tertanam di mata nenek;
jika matanya menunjuk pagi
bisa kucium harum bunga, berkejaran di kebun pandan,
menatap jalanan, pohonan, dan takjub pada langit fajar
ketika senja berubah warna
dan malam menampakkan keangkuhannya
pada mata nenek kubaca huruf-hurufmu
kukenali sejarah, kitab, doa, nabi, dan wali
sekarang, mata nenek hilang
aku tak bisa lagi membaca segala-galanya
ia tak mau bercerita
ia belum pulang sampai sekarang
bukankah kau curi
lengkap dengan kelambunya?
kuminta kau mengirimi malaikat
tapi bukan untuk meruntuhkan mimpi.

Tegal, 2008
"Puisi Nana Riskhi Susanti"
PuisiDi Mata Nenek
Karya: Nana Riskhi Susanti

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top