loading...

Di Rumah Duka

Di rumah duka, hanya cericit burung
dan arwah mendiang
yang berkisar di antara kami.

Kepala kami menunduk
Wajah kami muram, sambil
membicarakan tetek bengek
seperti yakin, almarhum telah terbebas
dari segala penderitaan dan kecemasan.

Sedang yang lain, sibuk menahan perasaan
sambil menyeka air mata
mencoba bijak melepas kepergian. 
seakan paham sudah,
apa yang harus dikatakan
dan yang tidak harus diucapkan.

Ketika jenazah dimakamkan
Baru jiwa kami dibukakan:
Hidup memang sementara
tapi kenangan tak bisa dikuburkan.

2015
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiDi Rumah Duka
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top