Bisnis

header ads

Puisi: Diskusi Sajak (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Diskusi Sajak
(Puitri Hati Ningsih)

Diskusi ini masih bergairah dan membara. Saat teman-teman kian
deras melempar tanya, tentang ragam menu sajak yang paling disuka.
Serta bagaimana resep memasaknya agar terasa lezat di lidah para
pembaca, bukan malah basi ditelan masa.

Kurasa kota ini cukup memberi warna, bagi pohon sajak yang
mulai tumbuh dan berbunga. Berulang kali waktu menyiramnya.
Meski sebagian masih sembunyi dari paparan cahaya, lupa ritual
fotosintesa. Sementara tanah yang diduduki mulai kehilangan hara,
pupuk menjadi semacam komoditas paling langka. Yang tak semua
pemangku kota berbaik hati mengurusnya, apalagi memberi subsidi
penekan harga. Mungkin sajak serupa tahanan kota, yang dipenjara
arus pop yang berulang diputar di radio, layar kaca, dan ballroom
hotel bintang lima. Hingga sajak kini mesti rela meringkuk dalam
dokumentasi sederhana, di gedung-gedung tua di sudut kota.
Terasing dan terlupa.

Surakarta, 3 April 2011
"Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa"
PuisiDiskusi Sajak
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Posting Komentar

0 Komentar