loading...

Evolusi Cinta

Kerlingan nakal menebar wangi-wangi bunga yang dahaga akan belaian kumbang kelana. Matahari redupkan pelangi menjadi cahaya aurora. Dengus napas memburu di antara percumbuan daun dan ranting. Urat-urat malu menyerpih di udara!

Kesuburan dihargai dari kuantitas pengairan. Daun gugur menjadi rutinitas kerapuhan sebuah flora. Lentera stomata redup lantaran kehabisan sumbunya. Yang dijalin dari khusuknya doa dan titian vertikal cinta.

Denyut persandingan mulai rendah usianya. Pertautan daun dan ranting tak mampu meredam badai yang keluar dari bibir armada awan. Tunas-tunas hijau kehilangan kasih sayang dari induknya, yang dihasilkan dari percangkokan dua tanaman di luar fotosintesa.


Surakarta, 1 April 2007
"Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa"
PuisiEvolusi Cinta
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top