loading...

Hujan Bulan Februari
(Catatan untuk Febe)

Hujan bulan Februari turun rinai. Kaca jendela kamarku berkabut, dan seseorang berdiri di pintu. Sinar lampu menerpa wajahnya, dan teranglah bagiku: Wajah itu tak asing buatku. Aku baru saja ditinggalkan bulan Desember. Mataku masih lebam menyimpan sedih yang belum selesai. Harapan begitu menyakitkan, dan itu tak termaafkan.

Aku duduk mendekat. Kupandang wajahnya. Dan di wajahnya, aku melihat betapa serunya masa laluku yang tersia-sia dan tolol ternyata.

Air mataku berlinangan. Bulan Desember pun kulihat semakin jauh mengapung-apung di atas genangan masa silamku.

Sekarang aku merasa hatiku seperti permukaan kolam yang tenang, dengan beribu berudu berenang di dalamnya, dan sejumlah itik berenang di atasnya. Yakinlah aku, betapa hidupku yang menyedihkan telah berlalu bersama lonceng waktu. 

26 Maret 2015
"Kurniawan Junaedhie"
Puisi: Hujan Bulan Februari
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top