loading...

Hujan

Aku ingin tidur tapi langit mencegah mataku. Jangan tidur, katanya. Jangan menutup mata, sebelum saya menurunkan hujan. Tralala. Hujan lalu turun dengan lebat. Air mengguyur rambutku. Tubuhku yang telanjang menggelinjang basah kuyup diliput sejuk. Ketika kemudian hujan reda, di cermin, kulihat rambutku sudah beruban.

Sajak berkerumun di batok kepala seperti ketombe. Aku sangat malu, dan berpura-pura menutup mata. Lalu kudengar hujan turun dengan lebatnya. Disertai guntur, petir menyalak-nyalak dengan kesalnya.

2012
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiHujan
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top