Ironi Sebuah Kota
(: Ganjar Pranowo)

Kota adalah kepalamu yang
dipenuhi surat kabar dan jadwal ceramah
di televisi dan radio. Sementara
teriakan pendemo adalah
cuaca yang berubah sesuka
penguasa. Kuasa luka dan air mata
tak lagi nyala sempurna
matahari dan matahati dibungkam
air mineral dari pabrik-pabrik
tepat di jam istirahat.

Kota adalah kepalamu yang
diisi dengan orasi dan puisi
dengan diksi berindah-indah
dan tangan yang mengembang
sesuai nada hentakan kakimu
di kepala para pejuang
keadilan dan kebenaran
hanyalah pamflet di ruang tamu
dibaca sesekali mengisi waktu.

Paguyangan
Januari, 2017
"Dimas Indiana Senja"
Puisi: Ironi Sebuah Kota
Karya: Dimas Indiana Senja

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

|www. sepenuhnya .com ||

Post a Comment

loading...
 
Top