Kematian

Jadi kematian itu memang sepi dan lampus?
Tapi aku tak tahu rupa kematian
Tak tahu tujuan kematian
Dan seberapa luas wilayah kematian
Bahkan Gintini dan Lazuardi,
tak pernah menuliskan sajak dari sana
Adakah daerah itu sangat lebar?
Seberapa lebarnya?
Jadi kita memang akan mati.
Tak perlu disuruh, tak perlu jadi melankoli
Dibimbing Munkar dan Nankir
ruh akan terbang sendirinya
melayap ke negeri jauh.

Dibimbing Munkar dan Nankir
kita memasuki lubang yang mirip bagai gua, 
dengan titik putih di ujungnya.
yang konon adalah kehidupan lain,
Jadi tak perlu sedu sedan itu
Cuma, aku pingin tahu kata-katamu
Saat mengantar kematianku.
Apakah kamu menangis? Atau hanya diam,
mengurai kenangan berjejalan?

Kalau kubayangkan jasadku adalah kalimat,
Mungkin kamu akan memunguti kata-kataku
Dan membangunnya kembali dalam kalimat baru
Dengan makna yang baru

Kematian, o kematian
Betapa dekat dengan kenangan.

2009
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiKematian
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top