Kenangan di Klaten
(Isma)

Di rumah Bareng, suasana sepi dari lalu-lalang; hanya suara peronda, teduh daun, derak jendela; dan suara kodok. Setelah bertualangan seharian, malam itu aku merenung, memandang langit di atas tembok.

Seluas-luas langit terbentang; tak ada bulan, hanya mangga bersembulan, seperti buah-buahan yang senantiasa ranum di atas dahan. Aku pun teringat kamu. Kupeluk pinggangmu;  lalu kudengar suara plafon yang melenguh. Tak ada suaramu, kecuali hati yang mengusap wajah, dari panas jadi dingin, dari dingin jadi entahlah.

Lalu sunyi  bersipongang di ruang tengah. Lampu bergoyangan, sinarnya berdenyar-
denyar
 membuat aku tercenung, dan memandang langit di atas tembok.

Di rumah Bareng, kutemukan kenakalan-
kenakalan
ku di masa kecil bersembulan seperti ilalang yang liar.

Desember, 2014
"Kurniawan Junaedhie"
PuisiKenangan di Klaten
Karya: Kurniawan Junaedhie

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top