loading...

Kenduri Sepi

Bagaimana mengalungkan kenduri di leher sepi? Aku tak lagi menyatu dalam nada-nada membiarkan apa saja berlalu tanpa sapa tanpa ekspresi tanpa gradasi bahkan suara dan gerak bermuara pada bentuk abstrak yang mengampak otak melunasi luka dengan luka.

Bagaimana mengalungkan kenduri di leher sepi, memaksa sukma masuk ke palung sunyi mengucapkan salam waru pada jantung dan sederak pongah dadamu yang dalam sedang pernah aku saksikan di sana: sewujud ruang atau semacam gudang dengan bangku-bangku terjungkal, tembok berlumut hitam di lantainya belatung dan lintah mengejar kaki bulan retak yang berlari ke arah jendela terbuka menuju petala pekat bongkah parah.

Bagaimana bisa? Sedang aku tahu jikapun telah kukalungkan kenduri kau menjelma musik dan tari. Alahai... ibarat memandatkan mimpi berjalan telanjang merobek selaput malam menolak nasib baik dan menyambut seluruh dera atas nama cinta yang terlepas dan terampas pada tidur yang tak pernah lelap.

Jakarta-Cilegon
9 November 2012
"Puisi Muhammad Rois Rinaldi"
PuisiKenduri Sepi
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top