loading...

Kepada Engkau yang Memalingkan Muka

Kepada engkau yang memalingkan muka
yang meninggikan teriakan demi teriakan
ketika waktu mempertemukan kita
di sepanjang ruas jalan.

Adalah duri yang diam-diam merasuki
telapak kaki lalu merangkak ke dasar hati
ketika suara-suara sumbang menggema
dari bibir pemilik raga sempurna.

Bibir yang begitu mahal dan berharga
untuk mendermakan senyum dan rasa iba
kepada sesama
kepada cuma-cuma.

Setidaknya dengan perih ini aku mampu berlari
mengejar mimpi yang naik angkot tadi pagi
tanpa kaki. Dan hanya menyisirnya dengan kursi
bertenaga tangan kanan-tangan kiri.

Sebagaimana aku memandang kerja keras
dari tetes peluh yang mengalir deras
hingga tak perlu memancing iba
di persimpangan jalan raya.

Kepada hidup yang kian bengis dan iri
kepada takdir yang teramat aku cintai
tak ada hasratku untuk menyepi
apalagi bunuh diri.

Surakarta, 2013
"Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa"
PuisiKepada Engkau yang Memalingkan Muka
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa

|| Jika berkenan? Tolong Bagikan ||
|| Jika kurang berkenan? Tolong Komentar ||
|| Jika ingin pergi? Tolong kembali lagi ||

Post a Comment

loading...
 
Top